Profil Sheryl Sandberg, Pemimpin Wanita di Balik Suksesnya Facebook

Selain Mark Zuckerberg, ada orang penting lainnya di balik Facebook, yaitu Sheryl Sandberg. Sheryl Sanberg adalah salah satu wanita tersukses di Silicon Valley yang terkenal dengan posisinya sebagai eksekutif di Apple, Google, Yahoo!, dan Meta (sebelumnya Facebook).

Selain mengelola perusahaan teknologi semacam Facebook ini, Sandberg juga telah menulis buku manajemen populer yang mendukung kebajikan feminis dalam bisnis.

Sandberg mengambil jurusan ekonomi di Universitas Harvard di Cambridge, Massachusetts. Di sana ia melakukan tesis sarjana dengan ekonom Lawrence Summers sebagai penasihatnya. Mengutip dari Britannica.com, ia menerima gelar sarjana pada tahun 1991 dan merupakan mahasiswa terbaik di bidang ekonomi.

Saat Summers menjadi kepala ekonom di Bank Dunia di Washington, D.C., Sandberg bergabung dengannya di sana dan bersama-sama dari tahun 1991 hingga 1993 untuk mengerjakan proyek-proyek yang membantu negara-negara berkembang.

Sandberg memperoleh gelar master dalam administrasi bisnis dari Harvard pada tahun 1995. Setelah itu pada tahun 1995 hingga 1996, ia bekerja di perusahaan konsultan manajemen McKinsey & Company.

Summers menjadi wakil sekretaris Departemen Keuangan pada tahun 1995, dan Sandberg bergabung dengannya di Departemen Keuangan di Washington, DC, sebagai kepala stafnya pada tahun 1996. Sejak Summers menjadi menteri keuangan pada tahun 1999, ia meninggalkan jabatan tersebut pada tahun 2001 dan Sandberg pun menjabat sebagai kepala stafnya.

Pada tahun 2001 Sandberg bergabung dengan Google, Inc., sebagai manajer umum unit bisnisnya, meskipun Google tidak memiliki unit bisnis pada saat itu. Dia segera menjadi wakil presiden penjualan dan operasi online global. Pada tahun 2004 ia ditugaskan di badan filantropi nirlaba Google, Google.org, yang berfokus pada masalah perubahan iklim, kesehatan masyarakat, dan kemiskinan.

Sandberg direkrut sebagai COO pertama Facebook pada 2008. Facebook telah berkembang pesat sejak didirikan pada 2004, dan pendirinya, Mark Zuckerberg merasa bahwa seseorang yang lebih berpengalaman dalam manajemen (seperti Sandberg) diperlukan untuk mengawasi operasi harian perusahaan.

Di sana, Sandberg menciptakan strategi periklanan untuk Facebook yang memungkinkan perusahaan akhirnya menjadi menguntungkan serta dipandang sebagai unsur penting dalam kesuksesan Facebook.

Sandberg menjadi advokat vokal bagi perempuan untuk lebih aktif dalam meraih kesuksesan di dunia bisnis. Ia sering menunjukkan bahwa, terlepas dari keuntungan yang telah dicapai perempuan melalui feminisme, eksekutif bisnis masih didominasi laki-laki, dan perempuan perlu menutup “kesenjangan ambisi.”

Sanberg juga merasa bahwa, bagi wanita yang ingin kembali bekerja setelah memiliki anak, mereka harus melakukan segala yang mereka bisa untuk menangkap peluang yang menarik dan melalui rintangan karir mereka.

Sandberg mengartikulasikan filosofinya dalam Lean In: Women, Work, and the Will to Lead (2013), buku ini diterbitkan bersamaan dengan peluncuran Lean In, sebuah organisasi pendidikan dan pembangunan komunitas untuk wanita dalam bisnis.

Meskipun advokasi Sandberg umumnya diterima dengan baik, beberapa kritikus mencatat bahwa pengalaman dan posisinya sangat jarang dan unik sehingga tidak relevan dengan wanita pekerja pada umumnya.

Kebanyakan orang melihat Sheryl Sandberg merupakan pemimpin transformasional karena dia menetapkan harapan yang tinggi, mendorong orang untuk mencapai tujuan tersebut, dan memuji mereka karena melakukan pekerjaan dengan baik. Mengutip dari Financhill.com, ia ahli dalam mengenali sifat baik seseorang dan mendorongnya untuk meraih kesuksesan.

VALMAI ALZENA KARLA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.